Ged a Widget

Pages

Rabu, 27 Februari 2013

Cemara


Cemara Norfolk atau dalam bahasa Latin dikenal dengan nama Araucaria heteropylla (Salisb.) Franco., termasuk famili Araucariaceae; berasal dari kepulauan Norfolk, New Zealand. Di Indonesia tanaman ini dikenal dengan nama Cemara Norfolk .


Pemanfaatan
Jenis-jenis tanaman Araucaria termasuk spesies Araucaria heterophylla merupakan tanaman yang sering dipergunakan untuk keperluan tanaman hias. Jenis-jenis tanaman Araucaria juga menghasilkan resin (Tjitrosoepomo, 2002). Tanaman yang menghasilkan resin dapat dipergunakan untuk keperluhan bahan-bahan kosmetika. Kayu-kayu tua dapat dimanfaatkan sebagai kayu bakar, tetapi jenis ini sangat cepat terbakar sehingga bara api akan menjadi lebih cepat habis.

Deskripsi Botani
Cemara Norfolk termasuk jenis tanaman pohon besar, ketinggiannya dapat mencapai 60 meter. Pada tanaman yang muda, susunan cabang-cabang dan ranting-rantingnya teratur rapi. Cabang-cabang dan ranting-ranting menyerupai daun, berbentuk seperti jarum-jarum yang tumpul. Bunganya memiliki benang sari banyak. Buahnya berbentuk runjung, buah yang sudah besar dapat berdiameter 10-13 cm (Suryowinoto, 1997).

Perbanyakan Tanaman

Perbanyakan tanaman yang biasa dilakukan ialah dengan cara pencangkokan batangnya. Batang yang dicangkok harus dipilih yang tidak terlalu muda atau terlalu muda. Beberapa lama setelah dilakukan pencangkokan biasanya di sekitar bekas sayatan akan keluar akar-akarnya. Bila jumlah akar-akar cangkokan ini sudah cukup banyak dan diperkirakan sudah dapat hidup untuk ditanam, bibit cangkokan ini sudah dapat dipotong dan ditanam di tempat yang telah disiapkan untuk penanaman (Suryowinoto, 1997).

Pemeliharaan/Perawatan Tanaman

Cemara Norfolk dapat hidup dengan baik di tempat-tempat yang terbuka dan kena sinar matahari secara langsung terutama di daerah-daerah dataran rendah. Perawatan tanaman juga tidak terlalu sulit. Untuk mendapatkan tanaman yang tumbuh baik dan sehat, media tanam atau lahan yang akan ditanami harus subur, gembur dan drainase diatur dengan baik. Pada permulaan tumbuhnya, penyiraman dan pemupukan perlu dilakukan secara teratur sesuai dengan kondisi dan kebutuhan dari tanaman tersebut (Suryowinoto, 1997).
Penyiraman sebaiknya dilakukan setiap hari kecuali pada saat musim penghujan. Penyiraman dapat dilakukan pada pagi hari pada saat cuaca sedang cerah tetapi bila perlu dapat dilakukan pada sore hari. Pada saat tanaman sedang aktif dalam pertumbuhan perlu dipupuk dengan pupuk NPK yang kandungan Nitrogennya tinggi. Sedangkan pada saat tanaman sudah waktunya berbunga, untuk merangsang pembungaan, perlu dipupuk dengan pupuk yang kandungan Fosfornya tinggi. Pemupukan dapat dilakukan dengan pupuk buatan, pupuk kandang, atau pupuk kompos (Suryowinoto, 1997).
Dengan perawatan, penyiraman dan pemupukan secara teratur sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tanaman pada setiap fase pertumbuhannya, tanaman ini akan tumbuh dengan baik, sehat dan tidak mudah terserang penyakit (Suryowinoto, 1997).









Sumber : Deslihutan.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 Tumbuhan(plant) and Powered by Blogger.
Free Daisy Dances Cursors at www.totallyfreecursors.com